Minggu, 03 Juli 2011

Kembang Sepatu

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.
Di Sumatera dan Malaysia, kembang sepatu disebut bunga raya. Bunga ini ditetapkan sebagai bunga nasional Malaysia pada tanggal 28 Juli 1960. Orang Jawa menyebutnya kembang worawari.
Deskripsi
Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.
Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.
Bunga berbentuk terompet dengan diameter bunga sekitar 5 cm. hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah.
Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.
Manfaat
Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh.
Di Okinawa, Jepang digunakan sebagai tanaman pagar. Di bagian selatan Okinawa, tanaman ini disebut Gushōnu hana (後生花 ?, bunga kehidupan sesudah mati) sehingga banyak ditanam di makam.

Hibiscus rosa-sinensis
Klasifikasi ilmiah :
Kerajaan : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Suku : Malvaceae
Marga : Hibiscus

Spesies : Hibiscus rosa-sinensis

MORFOLOGI
Akar
Akar tunggang dan berwarna cokelat muda.
Batang
Batang tingginya ± 3m, bulat, berkayu, keras, diameter ± 9cm, masih muda berwarna ungu setelah tua putih kotor.
Daun
Daun Hibiscus rosa-sinensis merupakan daun tunggal berwarna hijau kecokelatan dan tersusun spiral, helaian daun berbentuk bundar telur, panjang helaian daun 3,5 - 9,5 cm, lebar 2,0 - 6,0 cm, ujung daun meruncing, tepi daun bergerigi kasar, tulang daun menjari, tangkai daun panjang 1,0 - 3,7 cm.
Bunga
Berbentuk lonceng dengan tangkai sari panjang. Bunga dari berbagai jenis kultivar dan hibrida biasanya berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis). Mahkota bunganya dapat berwarna putih, merah jambu, merah tua, kuning, ungu, atau campuran. Bunganya berukuran besar dan tidak berbau. Bunga berbentuk terompet dengan diameter bunga sekitar 5 cm. hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.
Buah
Kecil, lonjong, diameter ± 4mm, masih muda putih setelah tua cokelat.
Biji
Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima, pipih, berwarna putih.

Anatomi



Daun terdiri dari epidermis atas, kolenkim, rambut penutup, mesofil dengan hablur kalsium oksalat bentuk roset, berkas pembuluh, palisade dengan hablur kalsium oksalat, jaringan bunga karang, stomata, dan epidermis bawah.Epidermis atas terdiri dari satu lapis sel berbentuk empat persegi panjang kadang - kadang diselingi lendir, lebih besar dari sel epidermis lainnya; rambut penutup jarang, berbentuk bintang dan mempunyai sel tunggal, dinding tebal.
Epidermis bawah terdiri dari satu lapis sel yang serupa dengan sel epidermis atas; stomata hanya terdapat pada epidermis bawah. Mesofil meliputi jaringan palisade terdiri dari satu lapis sel; jaringan bunga karang berbentuk tidak teratur terdiri dari beberapa lapis sel, berongga; berkas pembuluh tipe kolateral. Pada sayatan paradermal tampak epidermis atas berbentuk poligonal, dinding antiklinal rata. Epidermis bawah dinding antiklinalnya berombak; stomata tipe anisositik.



FISIOLOGI
Hibiscus rosa-sinensis merupakan tumbuhan C4. Dinamakan demikian karena tumbuhan itu mendahului siklus Calvin dengan fiksasi karbon cara lain yang membentuk senyawa berkarbon empat sebagai produk pertamanya. Dalam tumbuhan C4, terdapat 2 jenis sel fotosintetik yang jelas berbeda, yaitu :
sel seludang-berkas pembuluh
sel mesofil
Sel seludang berkas pembuluh disusun menjadi kemasan yang sangat padat di sekitar berkas pembuluh. Di antara seludang berkas pembuluh dan permukaan daun terdapat sel mesofil yang disusun lebih longgar. Siklus Calvin terbatas pada kloroplas seludang berkas pembuluh. Akan tetapi, siklus ini didahului oleh masuknya CO2 ke dalam senyawa organik dalam mesofil. Langkah pertama ialah penambahan CO2 pada fosfoenolpiruvat (PEP) untuk membentuk produk berkarbon empat, yaitu oksaloasetat. Enzim PEP karboksilase menambahkan CO2 pada PEP. Dibandingkan dengan rubisko, PEP karboksilase memiliki afinitas yang jauh lebih tinggi terhadap CO2. Oleh sebab itu, PEP karboksilase dapat memfiksasi CO2 secara efisien ketika rubisko tidak dapat melakukannya, yakni ketika hari panas dan kering dan stomata tertutup sebagian, menyebakan konsentrasi CO2 dalam daun berkurang dan konsentrasi O2 meningkat. Setelah CO2 difiksasi, sel mesofil mengirim keluar produk berkarbon empatnya ke sel seludang berkas pembuluh melalui plasmodesmata. Dalam sel seludang berkas pembuluh, senyawa berkarbon empat melepaskan CO2 yang diasimilasi ulang ke dalam materi organik oleh rubisko dan siklus Calvin. Akibatnya, sel mesofil akan memompa CO2 ke dalam seludang berkas pembuluh, mempertahankan konsentrasi CO2 dalam sel seludang berkas pembuluh cukup tinggi agar rubisko dapat menerima karbon dioksida, bukan oksigen. Dengan cara ini, fotosintesis akan meminimumkan fotorespirasi dan meningkatkan produksi gula .
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis :
Suhu
intensitas cahaya
konsentrasi CO2
Semakin besar faktor-faktor tersebut membawa akibat semakin besarnya laju fotosintesis.

Perkembangbiakan
Stek.
Kegunaan
o Akarnya berkhasiat menyejukkan dan menurunkan panas demam yang keras
o Akar Hibiscus rosa - sinensis jika dicampur dengan akar Hibiscus tiliaceus dan akar bahar putih bila digosokkan dan dimakan akan menyembuhkan rasa menusuk - nusuk pada lambung
o Daun berlendir,menyejukkan dan dapat mematangkan bisul
o Daun kembang sepatu ini dapat digunakan sebagai obat demam pada anak - anak, obat batuk, dan obat sariawan
o Daun digunakan untuk membantu persalinan,diminum mempercepat kelahiran
o Daun dan bunga yang dilumatkan dipakai sebagai obat bisul dan borok
o Daun atau bunga ditambah sedikit air dan gula batu diembunkan selama satu malam dan rendamannya diminum sebagai obat pereda pada penyakit kencing bernanah ( gonorrhoe )
o Bunga jika dilumatkan dan diminum, berfungsi untuk memperlancar haid
o Bunga dapat dipakai sebagai bahan pewarna makanan, misal mewarnai cuka nira enau ( aren ) menjadi merah.
Nama daerah
Perancis: Rose de Chine ; Jerman: Chinesische Rose ; Inggris: Chinarose ; Indonesia: Bunga raya, Kembang sepatu.
Sumatera : Bungong raja, bunga - bunga, soma - soma, bunga raja, kembang sepatu. Jawa : Uribang, kembang wera, wora - wari, bunga rebhang, mandhaleka. Nusa tenggara : Pucuk, Waribang. Sulawesi : Amburanga, embuhanga, kuyanga, ulango, bunga bisu, bunga sepatu. Maluku : Hua hualo, ubo - ubo. Irian : Dioh, gerasa, kando.
Kandungan kimia
Daun : flavonoida, saponin dan polifenol
Bunga : flavonoida, polifenol
Akar : flavonoida, tanin dan saponin

2 komentar:

A Estiworo mengatakan...

Terima kasih banyak atas informasinya. Tapi saya msh takut utk mencoba manfaat yg Anda tuliskan.

A Estiworo mengatakan...

Terima kasih banyak atas informasinya. Tapi saya msh takut utk mencoba manfaat yg Anda tuliskan.

Posting Komentar