Minggu, 03 Juli 2011

POLA Hubungan Antar Kelompok

POLA Hubungan Antar Kelompok
Banton mengemukakan bahwa terdapat berbagai kemungkinan pola hubungan antar kelompok ras. Diantaranya adalah proses akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, dan integrasi.
1. Akulturasi
Terjadi ketika kebudayaan kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur dan berpadu. Contohnya hilangnya kebudayaan asli daerah akibat interaksi paksa dengan pemerintah colonial Belanda.
2. Dominasi
Terjadinya suatu kelompok ras menguasai kelompok lain. Dalam kaitannya dengan dominasi, Kornblum menyatakan bahwa terdapat empat macam kemungkinan proses yang dapat terjadi dalam suatu hubungan antar kelompok, yaitu
a. Genosida
Adalah pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota kelompok tertentu. Contohnya: pembunuhan orang Yahudi oleh pemerintah Nazi Jarman
b. Pengusiran
Contohnya: pengusiran warga Palestina oleh pemerintah Israel dari tepi Barat Sungai Jordan.
c. Perbudakan
Contoh: system kerja rodi yang dilakukan pada penjajahan Jepang di Indonesia.
d. Segregasi
Yaitu suatu pemisahan antara kulit putih dan kulit hitam di Afrika Selatan pada masa politik apartheid.
e. Aslimilasi

3. Paternalisme
Adalah suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi.
Banton membedakan tiga macam masyarakat sebagai berikut:
a. Masyarakat metropolitan (di daerah asal pendatang)
b. Masyarakat klonial yang teridiri atas para pendatang dan sebagian masyarakat pribumi.
c. Masyarakat pribumi yang dijajah.
4. Integrasi.
Adalah suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan ras tersebut.
5. Pluralisme
Adalah suatu pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak perdata masyarakat. Menurut Furnivall, masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang di dalamnya terdapat berbagai kelompok berbeda.
Ahli lain, yakni Lieberson, mengklasifikasikan pola hubungan antar kelompok menjadi dua pola, berikut:
a. Pola dominasi kelompok pendatang atas pribumi (migrant superordination). Cintohnya adalah kedatangan bangsa Eropa ke Asia, Afrika, dan Amerikan
b. Pola dominasi kelompok pribumi atas kelompok pendatang (indigenous superordination). Contohnya adalah dominasi kelompok kulit putih Prancis atas kelompok pendatang dari Aljazair, Cina, ataupun Turki.

Masyarakat Multikultural










1. Kemajemukan masyarakat Indonesia
a. Pengertian masyarakat majemuk
Berikut ini adalah pengertian mayarakat majemuk dari beberapa ahli antara lain sebagai berikut:
1) Nasikun
Menyatakan bahwa masyarakat mejemuk adalah masyarakat yang teridiri atas dua atau lebih tertib social, komunitas atau kelompok-kelompok yang secara cultural, ekonomi, dan politik terpisah-pisah (terisolasi), serta memiliki struktur dan kelembagaan yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.


2) J.S. Furnival
Mengatakan bahwa masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat dalam system nilai yang dianut oleh beberapa kesatuan social yang menjadi bagiannya sedemikian rupa, sehingga para anggotanya kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat secara keseluruhan.
3) Clifford Geertz
Berpendapat bahwa masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terbagi-bagi dalam subsistem-subsistem yang lebih kurang terdiri dari diri sendiri dan terikat ke dalam ikatan-ikatan primordial.
4) Vaderberg
Mengatakan bahwa masyarakat majemuk memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai berikut:
a) Mengalami segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki sub kebudayaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya.
b) Memiliki struktur social yang terbagi-bagi ke dalam kelompok-kelompok yang bersifat nonkomplementer
c) Kurang mengembangkan consensus mengenai nilai-nilai yang bersifat dasar.
d) Secara relative sering mengalami konflik-konflik antara satu kelompok dan kelompok lainnya.
e) Secara relative tumbuh integrasi social di atas paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi.
f) Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok-kelompok yang lain.






b. Jenis-jenis masyarakat majemuk
Jenis-jenis masyarakat majemuk beraneka ragam. Di bawah ini dijelaskan jenis-jenis masyarakat tersebut:
1) Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang
2) Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominant
3) Masyarakat majemuk dengan minoritas dominant
4) Masyarakat majemuk dengan Fragmentasi
c. Factor-faktor kemajemukan masyarakat Indonesia
Factor-faktor yang menyebabkan kemajemukan masyarakat Indonesia, antara sebagai berikut:
1) Letak keadaan geografi Indonesia
2) Keanekaragaman cara hidup masyarakat Indonesia
Keanekaragaman cara hidup ini terjadi karena adanya perbedaan curah hujan dan perbedaan kesuburan tanah.

Berbagai bentuk kelompok social
1. Pengelompokan masyarakat atas daasar ras
a. Pengertian ras
1) Paul B. Horton
Ras adalah suatu kelompok manusia yang berbeda dengan kelompok-kelompok yang lain dalam segi ciri-ciri fisik bawaan.
2) Bruce J. Cohen
Ras adalah kategore individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri fisik dan biologis tertentu yang sama.
3) Alex Thio
Ras adalah sekolompok orang yang dianggap oleh masyarakat memiliki ciri-ciri biologis yang berbeda.
4) Stephen K. Sanderson
Ras adalah suatu kelompok orang yang diidentifikasikan oleh orang lain sebagai perbedaan social yang dilandasi oleh ciri-ciri fisik atau biologis.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa ras adalah sekelompok manusia yang berbeda dengan kelompok lainnya dalam ciri fisik bawaan. Perbedaan ras yang menonjol terletak pada warna kulit, rambut dan mata.
b. Klasifikasi Ras
Dikemukakan klasifikasi ras oleh beberapa ahli, antara sebagai berikut:
1) Ralp Linton
Manusia di dunia dibagi menjadi tiga kelompok ras besar, yaitu ras Mongoloid, Kaukasoid, dan Negroid. Di luar ras utama itu terdapat ras khusus seperti Australoid, Veddoid, Polynesia, dan Ainu.
a) Ras Mongoloid
Ciri Mongoloid, yaitu sebagai berikut:
(1) Kulit kuning sampai sawu mateng
(2) Rambut lurus
(3) Bulu badan sedikit
(4) Mata sipit
b) Ras Kaukasoid
Ciri Kaukasoid yaitu sebagai berikut:
(1) Hidung mancung
(2) Kulit putih
(3) Rambut pirang sampai cokelat kehitam-hitaman
(4) Perawakan tinggi
(5) Warna mata biru, hijau, dan abu-abu.
c) Ras Negroid
Ciri Negroid yaitu sebagai berikut;
(1) Rambut gimbal
(2) Kulit hitam
(3) Bibir tebal
(4) Kelopak mata lurus


2) A.L. Kroeber
Penggolongan ras-ras terpenting di dunia serta hubungan antara satu dengan yang lain sebagai berikuta;
a) Ras-ras utama
Meliputi ras Kaukasoid, Mongoloid, dan Negroid.
(1) Ras Kaukasoid terdiri empat ras, yaitu sebagai berikut:
(a) Nordic
(b) Alpin
(c) Mediteranian
(d) Indie
(2) Ras Mongoloid, teridiri dari tiga, yaitu sebagai berikut:
(a) Asiatic Mongoloid
(b) Malayan Mongoloid
(c) American Mongoloid
(3) Ras Negroid terdiri tiga ras, yaitu sebagai berikut:
(a) African Negroid
(b) Negrito
(c) Melanesia
b) Ras-ras khusus
Ras khusus teridiri dari lima ras, yaitu sebagai berikut:
(1) Veddoid
(2) Bushman
(3) Polinesia
(4) Ainu
(5) Australoid
c) Sifat penggolongan berdasarkan perbedaan ras
Penggolongan warga masyarakat atas dasar perbedaan ras ini sifatnya tertutup, artinya antara ras yang satu dan ras yang lain dapat bertukar posisi.


2. kelompok masyarakat atas dasar agama
pengelompokan masyarakat berdasarkan agama yang ada di Indonesia sebagai berikut:
(a) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Islam
(b) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Kristen Protestan
(c) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Kristen Katolik
(d) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Hindu
(e) Golongan masyarakat Indonesia yang beragama Budha
(f) Golongan masyarakat Indonesia yang memeluk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Penggolongan masyarakat atas dasar agama bersifat terbuka, artinya anggota dari golongan masyarakat pemeluk suatu agama mempunyai peluang untuk berpindah keagama lain dan begitu juga sebaliknya.
3. Kelompok masyarakat atas dasar jenis kelamin
Pengelompokan masyarakat atas dasar jenis kelamin merupakan penggolongan warga masyarakat secara alamiah karena pada saat lahir setiap individu menusia telah memiliki jenis kelamin.
Penggolongan masyarakat berdasarkan perbedaan jenis kelamin dibagi menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut:
a. Golongan masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki
b. Golongan masyarakat yang berjenis kelamin wanita
4. Kelompok masyarakat atas dasar profesi
Perbedaan profesi (pekerjaan) dari setiap individu dapat dijadikan dasar penggolongan masyarakat.
5. Kelompok masyarakat atas dasar klan
a. Pengertian klan
Klan merupakan kelompok masyarakat yang terdiri dari warga suatu kelompok kekerabatan, sehingga dari klan ini kita mengenal adanya warga dan suku.
b. Ciri-ciri klan
1) Ada kesatuan wilayah
2) Ada adapt istiadat
3) Adanya rasa identitas komunikasi
4) Adanya rasa loyalitas terhadap komunitas (masyarakat sendiri)
c. Macam-macam klan
Koentjaraningrat membedakan klan menjadi dua, yaitu klan kecil dan klan besar.
1) Klan kecil
Klan kecil adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas gabungan keluarga luas yang berasal dari satu nenek moyang dan antara satu dengan yang lain terlihat jenis keturunan yang sama, baik laki-laki atau wanita.
2) Klan besar
Klan besar adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas satu nenek moyang yang diperhitungkan melalui satu garis keturunan sejenis matrilineal atau patrilineal.
6. Kelompok masyarakat atas dasar etnis (suku bangsa)
a. Pengertian
1) Menurut Williem Kornblum
Kelompok etnis adalah suatu populasi yang mempunyai identitas kelompok berdasarkan kebudayaan tertentu dan biasanya memiliki leluhur (nenek moyang) yang secara pasti sama.
2) Menurut Francis
Kelompok etnis adalah suatu komunitas yang menampilkan persamaan bahasa, adapt, kebiasaan, wilayah, sejarah, sikap, dan system politik
3) Menurut Koentjaraningrat
Kelompok etnis adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas terhadap kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran dan identitas tersebut sering kali diperkuat oleh kesatuan bahasa.
b. Penggolongan penduduk Indonesia
1) Suku Bangsa
Yaitu semua warga Negara Indonesia yang mempunyai daerah asal di dalam wilayah Republik Indonesia
2) Golongan keturunan Asing
Yaitu warga Negara Indonesia yang tidak mempunyai daerah asal di wilayah Indonesia (pendatang)
3) Masyarakat Terasing
Yaitu warga Negara Indonesia yang hidup dalam taraf kebudayaan yang masih sederhana dan tinggal di daerah-daerah yang terisolir.
Kelompok masyarakat atas dasar perbedaan suku bangsa di Indonesia dapat kita lihat berdasarkan bukti-bukti berikut ini:
a) Adanya perbedaan bahasa daerah yang digunakan
b) Adanya perbedaan tata susunan kekerabatan, seperti bilateral, patrilineal, dan matrilineal pada suku bangsa di Indonesia
c) Adanya perbedaan kesenian daerah, pakaian adapt, seni tari, seni pahat, seni lukis, dan seni drama.
d) Adanya perbedaan adapt istiadat seperti perkawinan, penguburan atau pembakaran mayat, hukum adapt, dan upacara adapt.
e) Perbedaan mata pencaharian penduduk, seperti bertani, berladang, mencari ikan, berburu, dan berwiraswasta.
f) Perbedaan teknologi, seperti arsitektur bangunan rumah adapt, peralatan kerja, atau pembuatan kapal.
Walaupun pada dasarnya berbeda, suku-suku di Indonesia mempunyai persamaan-persamaan sebagai berikut:
a) Asas-asas persamaan dalam hukum adapt
b) Suku-suku tersebut sama-sama memiliki suatu bentuk perserikatan dan bentuk hubungan yang tidak dapat dibuat tetapi nyatanya terjadi, yaitu lembaga adapt istiadat penduduk asli.
c) Dasar kehidupan social dari suku-suku tersebut sama dan berdasarkan asas.
d) Dalam hak atas tanah (hak kepilikan tanah), suku-suku tersebut juga mempunyai asas-asas yang sama.
Beberarapa pakar berpendapat bahwa suku bangsa di Indonesia termasuk Negara yang multirasial dan multienis, seperti yang dikemukakan oleh beberapa ahli beriku:
a) Hildred Geetz
Masyarakat Indonesia terdiri atas 300 suku bangsa yang masing-masing ditandai oleh bahasa dan identitas kultur yang berbeda-beda.
b) M.A. Jaspan
Masyarakat Indonesia terdiri atas 366 suku bangsa dengan mengambil criteria berdasarkan bahasa daerah, kebudayaan serta susunan masyarakatnya.
c) C. Van Vollenhoven
Dalam kaitannya dengan adapt istiadat, masing-masing suku bangsa di Indonesia bila ditinjau dari segi hukum adapt dibagi menjadi 19 lingkaran hukum adapt.

Masalah perkembangan kelompok sosial
1. Primordialisme
Primordialisme adalah paham atau ide dari anggota masyarakat yang mempunyai kecendrungan untuk berkelompok sehingga terbentuklah suku-suku bangsa.
Latar belakang timbulnya primordialisme antara lain sebagai berikut:
a. Adanya sesuatu yang dianggap istimewa pada ras, suku bangsa, daerah asal dan agama.
b. Ingin mempertahankan keutuhan kelompok atau komunitasnya dari ancaman luar.
c. Adanya nilai-nilai yang dijunjung tinggi karena berkaitan dengan system keyakinan

Dampak negative primordialisme antara lain sebagai berikut:
a. Menghambat hubungan antar bangsa
b. Menghambat proses asimilasi dan integrasi
c. Mengurangi bahkan menghilangkan objektivitas ilmu pengetahuan
d. Penyebab terjadinya diskriminasi (perbedaan secara sengaja terhadap golongan tertentu yang didasarkan pada ras, agam, mayoritas, dan minoritas masyarakat).
e. Merupakan kekuatan terpendam (potensi) terjadinya konflik antar kebudayaan suku-suku bangsa.

Sedangakn dampak positif primordialisme antara lain sebagai berikut:
a. Meneguhkan cinta tanah air
b. Mempertinggi kesetiaan terhadap bangsa
c. Mempertinggi semangat patriotisme
d. Menjaga keutuhan dan kesetabilan budaya

2. Etnusentrisme
Etnusentrisme adalah sikap menilai unsure-unsur kebudayaan lain dengan menggunakan kebudayan sendiri.
Dampak negative yang lebih luas dari sikap etnusentrisme lainnya, yaitu:
a. Mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuan
b. Menghambat pertukaran budaya
c. Menghambat proses asimilasi kelompok yang berbeda
d. Memacu timbulnya konflik social

1 komentar:

Miftahul Jannah mengatakan...

Waah.. Blog kamu antiik jgaaa yaa...
aku bsaaa nda' d alariiin.. :)

Poskan Komentar